This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 10 November 2010
Cinta
Cinta akan menimbulkan ketentraman jika disalurkan pada tempat yang halal dan akan menimbulkan kemudaratan jika sebaliknya. nah.. pada intinya cinta itu dapat dikatakan halal jika diberikan kepada orang yang layak mendapatkannya. misalnya, orang tua, saudara, suami ataupun istri. tapi cinta teragung hanyalah milik Allah. Sang Pemilik Cinta itu sendiri
Ya Rabb... jadikan kami kekasih-kekasihMu,..
Selasa, 09 November 2010
i'tiraf disaat mengingat hari lahir
Ini bulan November tahun 2010, mrupakn tahun ke 26 aq hidup didunia iNi. Dan berpa byk dosa yg slama ini aq perbuat, Rasanya terlalu cepat, padahal baru kemarin rasanya aq dilahirkn di dunia ini. Mungki aku harus Introfeksi diri ap yg sdh q lakukan slama hdp di dunia ini, dan mungkin ini penting agar dunia tahu bagaimana kelanjutan hidupku.
Oh,.. ya Rabby... 26 tahun hamba sudah berada diatas bumiMu, menghirup Udara-Mu, memakai segala fasilitas yang telah Engkau sediakan. tapi ya Rabb... hamba malu kepada-Mu, hamba malu menjadi pengikut Rasul-Mu yang agung. sungguh hamba hina ya Rabb.. hamba gak pantas berada di barisan umat ini. hamba selalu melalaikan perintah-Mu dan justru mengerjakan segala larangan-Mu. hamba memakai umur ini dengan kesia-siaan ya Rabb. ya rabb.. kemana lagi hamba akan bernaung selain mengharapkan naungan-Mu, kemana lagi hamba akan pergi karena tidak ada lagi tempat selain dunia-Mu. sungguh hamba tidak layak berada di Syurga-Mu tetapi hamba juga tidak sanggup berada di neraka-Mu. ya Rabb dengan penuh pengharapan terimalah hamba sebagai hamba yang selalu taat kepada-Mu. Amin..
“Marilah kita hidup…
seperti orang yang menanti mati
kerana ingat mati itu…
akan mengecilkan segala derita
akan mencairkan segala alpa
kiranya inilah detik terakhir
marilah kita mulakan semula
walau yang masih tersisa hanya sedetik cuma…
itu lebih bermakna!”
Senin, 08 November 2010
Suara Hati

Katanya belajar dari pengalaman itu penting banget, saking pentingnya, orang-orang, para ahli filsafat (filsup) sampai capek nyari atau ngrumusin ide baru buat nglahin pentingnya konsep belajar dari pengalaman.
Nah, hari ini aku gak tahu pasti, apakah yang aku lakuin benar-benar masuk kategori belajar dari pengalaman atau tidak… kalau ternyata aku memang belajar dari pengalaman, itu artinya aku bakalan sukses. nah, kalau gak, berarti hasil akhirnya berantakan.
Yap, ini sebenarnya gak jauh dari presentasi Micro Teaching yang mesti aku lakuin di anak-anak Non Reguler FKIP Unlam. soalnya, presentasi pengjuan judul pertama di depan dosen, banyak banget kekurangan dan kritikan yang aku dapet dari si Dosen…. nah tinggal nunggu saja, hasil akhir proposal yang q buat bakalan di Acc ap enggak mungkin dua atau tiga bulan bakalan jadi point penting untuk semua pertanyaan di atas, di tambah lagi, kunci penting apakan aku bisa ikut wisuda bulan maret atau gak.
Doakan ya,..!
I will keep writing on this Fb… always
Minggu, 07 November 2010
Sport
family
keluarga keci yg berbahagia, itu impian saya,..
I like El Nino
fernado torres, striker kls dunia, yg berwarga Negara Spanyol, yg mnjadi Inspirasi saya, smangat saya, dan mndpt julukan El Nino yang artinya Sang BadaiPs. Ijo Royo-royo
ini adl tmen" q swaktu di campus hijau, seneng rasanya bs bermain bersama mreka semua, momen yg tak bs terlupakn ketika sdah ada dilapangan, mudahan meraka smua mnjdi org" yg succes,.. amin ya Allah
ICSC
Holic The Blues
nm q holic, aq penggemar berat sma club dr london, tdk lain n tdk bkn Chelsea, aq dilhirkn dr kluarga sderhana, dr kecil aq sdh mengenal bola, dan ingin skali rasanya bs mlihat club kesayangan q scara langsung, stamforbride, tpi apakah itu mungkin. didunia tdk ad yg tdk mungkin walaupun itu peluangnya sngat kecil, kt hnya bs brusaha dn ber do'a. hnya waktu yg kn mnjawb smua.
Pedrosa

Word Ball
Sabtu, 06 November 2010
Tikus-tikus Kantor

Tikus Tikus Kantor
Iwan Fals ( Album Ethiopia 1986 )
Kisah usang tikus tikus kantor
Yang suka berenang di sungai yang kotor
Kisah usang tikus tikus berdasi
Yang suka ingkar janji lalu sembunyi
Dibalik meja teman sekerja
Didalam lemari dari baja
Kucing datang cepat ganti muka
Segera menjelma bagai tak tercela
Masa bodoh hilang harga diri
Asal tak terbukti ah tentu sikat lagi
Tikus tikus tak kenal kenyang
Rakus rakus bukan kepalang
Otak tikus memang bukan otak udang
Kucing datang tikus menghilang
Kucing kucing yang kerjanya molor
Tak ingat tikus kantor datang menteror
Cerdik licik tikus bertingkah tengik
Mungkin karena sang kucing pura pura mendelik
Tikus tau sang kucing lapar
Kasih roti jalanpun lancar
Memang sial sang tikus teramat pintar
Atau mungkin si kucing yang kurang ditatar
Penyakit pada Pembibitan Kelapa Sawit

Penyakit pada Pembibitan Kelapa Sawit
Penyakit daun bibit di bibitan kelapa sawit yang sering juga disebut dengan nama antraknosa, adalah nama kolektif beberapa jenis penyakit di bibitan. Penyakit bibitan terutama terjadi pada pada bibit muda sampai berumur 3 bulan, atau pada bibit bibit yang baru dipindah dari pre nursery ke polybag normal.
Jika ditemukan bibit terserang berat ini menunjukkan bahwa persiapan dan perawatan bibit tidak mengikuti standar yang dianjurkan.
Pada umumnya ada enam pathogen yang terlibat pada penyakit daun di bibitan, tetapi pada bibitan Lonsum biasanya hanya 2 jenis pathogen berbeda yang biasa menyerang daun yaitu: Botryodiplodia dan Culvularia. Sangat sulit untuk membedakan gejala dari beberapa macam jamur di lapangan. Mengidentifikasi pathogen secara pasti dibutuhkan pengamatan microscopic. Gejala dari setiap jamur penyebab penyakit di bibitan adalah sebagai berikut.
1. Botryodiplodia
Bercak daun dimulai dari ujung daun. Becak-becak kecil dan transparan dan mudah dimonitor dengan penembusan sinar matahari. (Gb 1)
Bahagian tengah dari bercak menjadi kelabu atau coklat gelap kertas dengan banyak titik hitam. mewakili tubuh buah (picnidia) dari jamur tersebut.
2. Culvularia
Mula-mula pathogen ini menyerang daun pupus yang belum membuka atau dua daun yang termuda yang sudah membuka.
Gejala pertama adanya becak bulat kecil, berwarna kuning tembus cahaya, yang dapat dilihat pada kedua sisi permukaan daun. Bercak kecil menjadi membesar tetapi tetap bulat dan warnanya sedikit demi sedikit berubah jadi coklat muda. Pusat becak-becak jadi mengendap. Bahagian becak menjadi coklat tua dikelilingi halo berwarna jingga kekuningan. Dengan infeksi berat daun paling tua akan mengering, menjadi keriting rapuh, namun becak tetap berwarna coklat tua. Penyakit ini dapat menghambat partumbuhan bibit tetapi tidak mematikan bibit. (Gbr 2)
3. Drechslera halodes
Mula-mula timbul pada pupus atau daun pertama yang baru saja membuka, terbentuk becak kecil hijau pucat, lalu menjadi hijau jernih yang dikelilingi halo lebar berwarna hijau kekuningan dan tidak berbatas tegas. (Gb 3) Ditengah bercak dapat dilihat satu titik berwarna coklat. Bercak-bercak ini dapat bersatu dengan bentuk tidak teratur, berwarna hitam kelabu.
4. Helminthosporium
Cendawan ini menunjukkan gejala-gejala yang berbeda. Kadang-kadang menghasilkan bercak kecil, berwarna coklat, tidak disertai dengan klorosis, dan bercak tidak membesar. Bagaimanapun dia dapat juga menyebabkan bercak memanjang.
B. DAUR PENYAKIT
Pathogen penyakit daun terdapat dimana-mana.
Infeksi dimulai dari ujung atau tepi daun Penyakit kemudian menyebar dari daun-daun terinfeksi ke daun-daun sehat.
Infeksi dapat terjadi dengan pencaran oleh air waktu hujan dan penyiraman bibit.
C. FAKTOR MEMPENGARUHI PENYAKIT
Infeksi akan lebih mudah terjadi jika ada pelukaan pada daun.
Daun terserang oleh tungau atau kutu biasanya diikuti oleh infeksi.
Penyakit meningkat karena kelembaban tinggi, terlalu banyak penyiraman, naungan yang terlalu berat dan jarak tanam bibit yang terlalu rapat.
Kandungan nitrogen tinggi dan kekurangan hara akan mempercepat serangan penyakit.
Pembibitan dengan perawatan optimal sangat jarang terserang oleh penyakit.
Beberapa faktor yang menyebabkan penyakit
Transplanting shock saat di pindahkan dari prapembibitan ke pembibitan utama atau dari pembibitan utama ke lapangan, dapat mengurangi ketahanan bibit, mungkin juga terjadi kerusakan akar.
Bibit terlalu lama di prapembibitan juga akan terkena penyakit.
Keadaan hara yang tidak seimbang. Kekurangan nitrogen dan magnesium akan mengurangi ketahanan bibit. Bibit yang ditanam ditanah gambut sangat rentan terhadap penyakit ini.
Kekurangan air dalam polybag akan menyebabkan bibit lebih rentan terhadap penyakit, khususnya pada waktu kelembaban udara tinggi.
Antara bibit-bibit terdapat perbedaan genetic Bibit yang lebih lambat pertumbuhannya akan lebih rentan terhadap penyakit ini.
C. PENGENDALIAN PENYAKIT
Patogen tidak akan menyerang bibitan jika persiapan pembibitan dilaksanakan secara baik.
Untuk menghindari pelukaan pada daun oleh serangga seperti tungau dan kutu, maka serangga ini harus dikontrol
Jika ada ledakan serangan penyakit di bibitan, harap ikuti rekomendasi di bawah ini:
Untuk mengurangi infeksi, semua sumber atau daun-daun yang sudah busuk digunting dan dimusnahkan atau dibakar.
Bibit yang terserang berat harus disingkirkan dari pembibitan dan dimusnahkan.
Jika bibit-bibit di pre nursery sudah terserang berat, maka bibit-bibit ini harus segera dipindahkan ke pembibitan utrama.
Jika penyakit masih terus berkembang, pemberian fungisida harus dilakukan seperti dibawah ini:
Kedua fungisida diatas harus dipakai secara bergantian dengan interval 1 minggu yang disemprotkan ke daun selama 4 minggu. Jika serangan pada daun muda atau daun yang belum membuka sudah menurun, maka interval penyemprotan dapat diturunkan menjadi 10 hari sekali.
Pemberian fungisida harus dihentikan jika daun tombak atau daun yang baru membuka sudah bebas dari pathogen-patogen.
Penyakit pada Pembibitan Kelapa Sawit
Penyakit pada Pembibitan Kelapa Sawit
Penyakit daun bibit di bibitan kelapa sawit yang sering juga disebut dengan nama antraknosa, adalah nama kolektif beberapa jenis penyakit di bibitan. Penyakit bibitan terutama terjadi pada pada bibit muda sampai berumur 3 bulan, atau pada bibit bibit yang baru dipindah dari pre nursery ke polybag normal.
Jika ditemukan bibit terserang berat ini menunjukkan bahwa persiapan dan perawatan bibit tidak mengikuti standar yang dianjurkan.
Pada umumnya ada enam pathogen yang terlibat pada penyakit daun di bibitan, tetapi pada bibitan Lonsum biasanya hanya 2 jenis pathogen berbeda yang biasa menyerang daun yaitu: Botryodiplodia dan Culvularia. Sangat sulit untuk membedakan gejala dari beberapa macam jamur di lapangan. Mengidentifikasi pathogen secara pasti dibutuhkan pengamatan microscopic. Gejala dari setiap jamur penyebab penyakit di bibitan adalah sebagai berikut.
1. Botryodiplodia
Bercak daun dimulai dari ujung daun. Becak-becak kecil dan transparan dan mudah dimonitor dengan penembusan sinar matahari. (Gb 1)
Bahagian tengah dari bercak menjadi kelabu atau coklat gelap kertas dengan banyak titik hitam. mewakili tubuh buah (picnidia) dari jamur tersebut.
2. Culvularia
Mula-mula pathogen ini menyerang daun pupus yang belum membuka atau dua daun yang termuda yang sudah membuka.
Gejala pertama adanya becak bulat kecil, berwarna kuning tembus cahaya, yang dapat dilihat pada kedua sisi permukaan daun. Bercak kecil menjadi membesar tetapi tetap bulat dan warnanya sedikit demi sedikit berubah jadi coklat muda. Pusat becak-becak jadi mengendap. Bahagian becak menjadi coklat tua dikelilingi halo berwarna jingga kekuningan. Dengan infeksi berat daun paling tua akan mengering, menjadi keriting rapuh, namun becak tetap berwarna coklat tua. Penyakit ini dapat menghambat partumbuhan bibit tetapi tidak mematikan bibit. (Gbr 2)
3. Drechslera halodes
Mula-mula timbul pada pupus atau daun pertama yang baru saja membuka, terbentuk becak kecil hijau pucat, lalu menjadi hijau jernih yang dikelilingi halo lebar berwarna hijau kekuningan dan tidak berbatas tegas. (Gb 3) Ditengah bercak dapat dilihat satu titik berwarna coklat. Bercak-bercak ini dapat bersatu dengan bentuk tidak teratur, berwarna hitam kelabu.
4. Helminthosporium
Cendawan ini menunjukkan gejala-gejala yang berbeda. Kadang-kadang menghasilkan bercak kecil, berwarna coklat, tidak disertai dengan klorosis, dan bercak tidak membesar. Bagaimanapun dia dapat juga menyebabkan bercak memanjang.
B. DAUR PENYAKIT
Pathogen penyakit daun terdapat dimana-mana.
Infeksi dimulai dari ujung atau tepi daun Penyakit kemudian menyebar dari daun-daun terinfeksi ke daun-daun sehat.
Infeksi dapat terjadi dengan pencaran oleh air waktu hujan dan penyiraman bibit.
C. FAKTOR MEMPENGARUHI PENYAKIT
Infeksi akan lebih mudah terjadi jika ada pelukaan pada daun.
Daun terserang oleh tungau atau kutu biasanya diikuti oleh infeksi.
Penyakit meningkat karena kelembaban tinggi, terlalu banyak penyiraman, naungan yang terlalu berat dan jarak tanam bibit yang terlalu rapat.
Kandungan nitrogen tinggi dan kekurangan hara akan mempercepat serangan penyakit.
Pembibitan dengan perawatan optimal sangat jarang terserang oleh penyakit.
Beberapa faktor yang menyebabkan penyakit
Transplanting shock saat di pindahkan dari prapembibitan ke pembibitan utama atau dari pembibitan utama ke lapangan, dapat mengurangi ketahanan bibit, mungkin juga terjadi kerusakan akar.
Bibit terlalu lama di prapembibitan juga akan terkena penyakit.
Keadaan hara yang tidak seimbang. Kekurangan nitrogen dan magnesium akan mengurangi ketahanan bibit. Bibit yang ditanam ditanah gambut sangat rentan terhadap penyakit ini.
Kekurangan air dalam polybag akan menyebabkan bibit lebih rentan terhadap penyakit, khususnya pada waktu kelembaban udara tinggi.
Antara bibit-bibit terdapat perbedaan genetic Bibit yang lebih lambat pertumbuhannya akan lebih rentan terhadap penyakit ini.
C. PENGENDALIAN PENYAKIT
Patogen tidak akan menyerang bibitan jika persiapan pembibitan dilaksanakan secara baik.
Untuk menghindari pelukaan pada daun oleh serangga seperti tungau dan kutu, maka serangga ini harus dikontrol
Jika ada ledakan serangan penyakit di bibitan, harap ikuti rekomendasi di bawah ini:
Untuk mengurangi infeksi, semua sumber atau daun-daun yang sudah busuk digunting dan dimusnahkan atau dibakar.
Bibit yang terserang berat harus disingkirkan dari pembibitan dan dimusnahkan.
Jika bibit-bibit di pre nursery sudah terserang berat, maka bibit-bibit ini harus segera dipindahkan ke pembibitan utrama.
Jika penyakit masih terus berkembang, pemberian fungisida harus dilakukan seperti dibawah ini:
Kedua fungisida diatas harus dipakai secara bergantian dengan interval 1 minggu yang disemprotkan ke daun selama 4 minggu. Jika serangan pada daun muda atau daun yang belum membuka sudah menurun, maka interval penyemprotan dapat diturunkan menjadi 10 hari sekali.
Pemberian fungisida harus dihentikan jika daun tombak atau daun yang baru membuka sudah bebas dari pathogen-patogen.






